Juli 21, 2008
http://www.liputan6.com/buser/?id=161781
Liputan6.com, Polewali: Seorang anak berusia 13 tahun, warga Desa Katumbangan, Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, diperkosa ayah kandungnya hingga hamil. Akibatnya, korban trauma dan ketakutan karena sering diancam bapaknya. Bukan hanya itu, korban juga sempat disekap selama enam bulan untuk menutupi kehamilannya.

Pelaku perkosaan, Sokong, melarikan diri karena takut diamuk warga yang emosi karena mengetahui perbuatannya. Warga berupaya mengejar Sokong, namun gagal. Kini, warga menyerahkan persoalan tersebut kepada polisi.
Korban yang merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara, saat ini telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Hal itu sebagai upaya memulihkan kondisi fisik dan mentalnya yang trauma. Sementara polisi terus memburu pelaku.(IKA/Edy Junaedi)
& Komentar |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh masihperawan97
Juli 21, 2008
CILACAP, SELASA-Edi Katiyo (37), warga Desa Penyarang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, mencabuli anak tirinya NN (14) yang masih duduk di bangku SMP itu hingga hamil. P erbuatan Edi diketahui setelah NN mengalami penurunan kondisi kesehatan sehingga tampak lesu, dan membuat ibunya curiga.
Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Fahmi Arifrianto, Senin (5/5), ketika itu sang ibu Daryati (35) melihat NN tampak pucat dan kurang bergairah. Karena melihat anaknya kurang sehat, Daryati membawa NN ke bidan desa. Setelah diperiksa kesehatannya, diketahui NN sedang hamil lima bulan, katanya.
Mengetahui anaknya dihamili oleh suaminya sen diri, Daryati akhirnya melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh kalangan polisi wanita di Polres Cilacap, NN mengaku sudah tiga kali digauli oleh ayah tirinya dalam jangka waktu cukup lama.
Kejadian pertama berlangsung pada akhir November 2007 lalu. Saat itu NN sedang mandi, dan ketika itu ayah tirinya mengintipnya. Kebiasaan itu sebenarnya juga sudah berulang kali dilakukan Edi, hingga akhirnya mendorong Edi untuk mencabuli anak tirinya itu.

“Setiap kali Edi melakukan perbuatan itu, anak tirinya selalu diancam agar tidak memberitahukannya kepada sang ibu. Kejadian ini terus berlangsung sampai tiga kali, hingga akhirnya NN hamil,” tutur Fahmi.
Fahmi memperkirakan, perbuatan Edi antara lain juga disebabkan oleh kemiskinan. Hal itu tampak pada rumah keluarga tersebut yang terbuka dan sempit, sehingga mudah untuk mengakses setiap ruangan. Rumahnya sangat sederhana dan lokasinya juga cukup terpencil. “Kami juga khawatir bagaimana nasib janin itu kalau sampai lahir. Siapa yang akan menghidupinya,” katanya. (MDN)
& Komentar |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh masihperawan97